Kamis, 25 Mei 2017

3 Hal yang Harus Dipersiapkan Menjelang Bulan Ramadhan

Tinggal menghitung hari, bulan Ramadhan telah tiba. Setiap muslim tentulah harus berbangga dengan datangnya bulan Ramadhan. Bulan dimana diturunkannya rahmat Allah dengan melimpah ruah. Pada bulan Ramadhan jugalah kesempatan bagi kita untuk memohon ampun kepada Allah  subhanahu wa ta'ala atas dosa-dosa kita. Dari Abu Hurairah, Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda,

"Barang siapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala di sisi Allah, niscaya diampunilah baginya dosa-dosanya yang telah lalu."
(Muttafaqun alaih)

Penting bagi setiap muslim mempersiapkan diri untuk berjumpa dengan bulan Ramadhan agar ibadah terutama puasa wajib menjadi bernilai dan semakin mantab di hati dalam mengamalkannya. Bernilai maksudnya mendapat ridlo Allah subhanahu wa ta'ala, pahala yang besar, dan mendapat ampunan-Nya. Semakin mantab di hati maksudnya semakin membekaskan iman di hati dalam melaksanakan ibadah puasa maupun setelahnya sehingga menimbulkan rasa takut kepada Allah subhanahu wa ta'ala, rasa bersyukur kepada-Nya. Tiga bekal yang harus dipersiapkan untuk berjumpa dengan bulan Ramadhan yaitu,

1. Ilmu

Yang pertama dipersiapkan adalah ilmu. Orang yang beramal dengan ilmu maka semakin sempurna amalannya. Sebaliknya, orang yang beramal tanpa ilmu maka banyak melakukan kerusakan di dalam ibadahnya sampai tidak mendapatkan apa-apa kecuali rasa capek. Allah subhanahu wa ta'ala berfirman,

"Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan."
(Q.S. Al-Furqan: 23)

Tidak tahu akan hukum puasa, bisa jadi puasa kita rusak. Tidak tahu apa saja hal-hal yang disunnahkan saat puasa, kita bisa kehilangan pahala yang banyak. Tidak tahu jika maksiat bisa mengurangi pahala puasa, kita bisa jadi hanya dapat lapar dan dahaga saja saat puasa.

2. Taubat Nasuha atas dosa dan maksiat

Sebelum memasuki bulan Ramadhan, perbanyaklah istighfar kepada Allah subhanahu wa ta'ala dan sungguh-sungguh berikrar di dalam hati untuk tidak mengulangi dosa dan maksiat yang telah lalu. Kejelekan yang dahulu hendaklah kita tinggalkan, kemudian diganti dengan kebaikan di bulan Ramadhan. Apabila kesalahan tersebut dilakukan kepada manusia, maka cara bertubatnya dengan meminta maaf kepada orang yang disakiti. Apabila mampu untuk menyenangkan hatinya, hendaklah menyenangkan hatinya selama caranya dibolehkan di dalam syariat islam. Semoga Allah subhanahu wa ta'ala mengampuni dosa-dosa kita sehingga kita memasuki bulan Ramadhan dalam keadaan didekatkan dengan kebaikan dan dijauhkan dari kejelekan.

3. Memohon kemudahan agar dimudahkan berpuasa


Segala bentuk kemudahan di dalam urusan dunia dan akahirat dikarenakan pertolongan Allah subhanahu wa ta'ala. Salah satu fenomena yang banyak kita jumpai di masyarakat yaitu semakin sedikitnya jumlah jama'ah shalat tarawih ketika mendekati pertengahan bulan Ramadhan. Dan masih banyak contoh fenomena lainnya tentang lemahnya hati manusia di bulan Ramadhan. Sebenarnya hati manusia itu lemah. Oleh karena itu, hendaklah kita banyak bergantung dan memohon pertolongan kepada Allah subhanahu wa ta'ala dalam menjalani ibadah di bulan Ramadhan. Terus memohon berdoa Allah agar kita mudah menjalankan berbagai bentuk ibadah pada bulan Ramadhan.

Semoga kita dipertemukan dengan bulan Ramadhan dalam kondisi yang baik, dan dijauhkan dari berbagai sifat kejelekan. Aamiin.
Wallahu waliyyut taufiq.

Selesai ditulis di Tegalgondo, Malang, pada 25 Mei 2017
oleh Supriyono Alfarhan
Merujuk kitab terjemah Al-Wajiz (Ensiklopedi Fiqih Islam dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah As-Shahihah) oleh Syaikh 'Abdul Azhim bin Badawi Al-Khalafi

4 komentar:

  1. Terimakasih mas farhan. Sering sering bagi ilmunya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama. Semoga artikel yang saya tulis bermanfat.

      Hapus
  2. Terimakasih atas ilmunya pak. Teruslah menebar kebermanfaat dengan menulis tulisan tentang islam. Semoga istiqomah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Syukran atas doanya. Semoga Allah membalas doa antum dengan sebaik-baik balasan. Jazakumullah khair.

      Hapus

Jazakumullah khoir