Senin, 27 Maret 2017

Hikmah di Balik Ditimpa Sakit

Sakit pada hakikatnya merupakan ujian dari Allah subhanahu wa ta'ala. Dengan mengalami musibah sakit, dosa-dosa seorang hamba akan dihapuskan, mendapatkan pahala, dan ditinggikan derajatnya. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
“Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit dan sejenisnya, melainkan Allah akan mengugurkan dosa-dosanya seperti pohon yang mengugurkan daun-daunnya”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Namun, kita kadang lupa akan hal ini, sehingga sakit hanyalah dimaknai sebagai sebuah penderitaan. Padahal berjuta hikmah dapat kita petik dari musibah sakit, baik yang dialami oleh kita, maupun anggota keluarga kita. Misalnya, setelah sembuh dari sakit, kita akan merasakan betapa berharganya kesehatan sehingga kita terpacu untuk memanfaatkan waktu sehat tersebut sebaik dan seoptimal mungkin. Atau, bisa jadi, sakit membuat kita kembali mengingat Allah setelah sekian lama melupakan-Nya. Sangat mungkin pula sakit dapat menghubungkan tali silaturakhim yang telah lama terputus dengan kerabat dan sahabat dengan menjenguk mereka yang tertimpa sakit.

Bila mau membuka mata hati dan berpikir jernih, niscaya kita akan melihat taburan hikmah di balik rasa sakit yang kita alami. Allah subhanahu wa ta'ala berfirman,
“...Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu. Boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah Maha mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Q.S. Al Baqarah 2: 216)

Secara ringkas, hakikat yang mesti kita pahami tentang sakit adalah sebagai berikut,

1. Sakit dan mati pada hakikatnya adalah kuasa Allah. Hakikat ini dapat kita cermati pada Al-Qur'an surat Asy-Syu’araa’ (26) ayat 80-81. “Apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkanku, dan Yang akan mematikan aku, kemudian menghidupkan aku kembali.”

2. Sakit dan mati merupakan ketentuan dari Allah yang telah tertulis di dalam Lauhil Mahfuzh.

3. Sakit adalah cobaan yang diberikan Allah kepada manusia dengan tujuan:
  • Menguji kesabaran dan ketahanan spiritual
  • Menghapuskan dosa bila dijalani dengan penuh ketabahan
  • Mengingatkan manusia bahwa dia adalah makhluk yang sangat lemah. Tidak ada kemampuan manusia untuk menghindar dari ketentuan yang telah ditetapkan Allah.
  • Mengingatkan manusia terhadap bekal yang harus dipersiapkan dalam menjemput kematian.

4. Sakit merupakan kondisi yang dapat memacu kita untuk benar-benar mempersiapkan akhir kehidupan yang baik (husnul khatimah).

Kita memohon kepada Allah agar diberikan kemampuan untuk mengambil hikmah di balik apa-apa yang menimpa, baik itu suatu kebaikan maupun keburukan. Wallahu waliyyut taufiq.

Selesai ditulis di Malang, pada 27 Maret 2017
oleh Supriyono Alfarhan
Mengutip dari Buku Sakitku Ibadahku, penulis: dr. H. Hanny Ronosulistyo,Sp.OG(K).M.M.dr. H. Zainal Abidin, Sp.THT.K.H. Aceng ZakariaGani Yordani

6 komentar:

  1. Assalamu'alaikum warahamatullah wabarakatuh.
    Alhamdulillah masih istiqomah. Semoga tetap istiqomah sampai khusnul khotimah.
    Afwan mas, saya tanya. Apakah orang yang jarang sakit termasuk orang yang merugi karena dosanya tidak berguguran?
    Syukron.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaykumsalam wa rahmatullah wa barakatuh.
      Aamiin. Doa yang sama untuk antum.
      Orang yang jarang sakit itu bukan orang yang merugi. Orang yang jarang sakit itu orang yang mendapatkan kenikmatan dunia berupa nikmat sehat. Dengan kesehatan, kita bisa beribadah dengan kuat dan melakukan aktivitas lainnya yang bermanfaat. Kita tidak boleh meminta sakit. Hendaknya kita meminta yang baik-baik kepada Allah termasuk kesehatan. Ada pun ketika sudah datang takdirnya seorang hamba ditimpa sakit maka harus bersabar, mengambil hikmah di balik sakit yang menimpa, dan berusaha untuk sembuh dari sakitnya.

      Hapus
    2. Syukron atas jawabannya mas. Jazakumullah khair.

      Hapus
  2. Assalamualaikum. Kalau ada orang yang sakit parah dan sudah lama sakitnya, seharusnya kita mendoakan agar lekas sembuh atau cepat dipanggil yang Maha kuasa. Mengingat waktu sakitnya yg sdh lama. Syukron.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaykumsalam.
      Doakan agar lekas sembuh, dihapuskan dosa-dosanya, dan apabila Allah berkehendak mengambil nyawanya maka doakan mendapat husnul khatimah. Didoakan sembuh karena bisa jadi ada hajat yang belum ia tunaikan di dunia. Didoakan dihapuskan dosa agar ringan dosanya. Didoakan husnul khatimah agar selamat ia di alam kubur dan di alam akhirat. Wallahu'alam.

      Hapus

Jazakumullah khoir