Selasa, 28 Maret 2017

Etika Seorang Muslim ketika Berdoa

Kebanyakan orang pada akhir-akhir ini tidak mengetahui etika-etika di dalam berdoa kepada Allah subhanahu wa ta'ala. Terlebih lagi ada sebagian orang yang menjadikan doa sebagai mainan dan tidak serius di dalam berdoa. Padahal berdoa adalah salah satu bahasa percakapan kita kepada Allah subhanahu wa ta'ala. Seorang muslim tentulah ingin baik bahasa percakapannya kepada Allah subhanahu wa ta'ala. Kita semua pastilah ingin doa kita mustajab sehingga dikabulkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala. Oleh karena itu pada tulisan kali ini dibahas tentang etika seorang muslim ketika berdoa diantaranya:

1. Terlebih dahulu sebelum berdoa hendaknya memuji kepada Allah, kemudian bershalawat kepada Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam.
Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam pernah mendengar seorang lelaki sedang berdoa di dalam shalatnya, namun ia tidak memuji kepada Allah dan tidak bershalawat kepada Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam maka Rasulullah bersabda kepadanya,
"Kamu telah tergesa-gesa wahai orang yang sedang shalat. Apabila kamu selesai shalat, lalu kamu duduk, maka memujilah kepada Allah dengan pujian yang layak bagi-Nya, dan bershalawatlah kepadaku, kemudian berdoalah." (HR. At-Turmudzi, dan dishahihkan oleh Al-Albani)

2. Mengakui dosa-dosa, mengakui kekurangan (keteledoran diri) dan merendahkan diri, khusyu', penuh harapan dan rasa takut kepada Allah di saat anda berdoa.
Allah subhanahu wa ta'ala berfirman yang artinya,
"Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera di dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu' kepada Kami." (Al-Anbiya': 90)

3. Berwudhu' sebelum berdoa, menghadap Kiblat, dan mengangkat kedua tangan di saat berdoa.
Di dalam hadits Abu Musa Al-Asy'ari Radhiallaahu anhu disebutkan bahwa setelah Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam selesai melakukan perang Hunain:
"Beliau minta air lalu berwudhu, kemudian mengangkat kedua tangannya; dan aku melihat putih kulit ketiak beliau." (Muttafaq'alaih)

4. Benar-benar (meminta sangat) di dalam berdo'a dan berbulat tekad di dalam memohon.
Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda,
"Apabila kamu berdoa kepada Allah, maka bersungguh-sungguhlah di dalam berdoa, dan jangan ada seorang kamu yang mengatakan: "Jika Engkau menghendaki, maka berilah aku", karena sesungguhnya Allah itu tidak ada yang dapat memaksanya."
Dan di dalam satu riwayat disebutkan:
"Akan tetapi hendaknya ia bersungguh-sungguh dalam memohon dan membesarkan harapan, karena sesungguhnya Allah tidak merasa berat karena sesuatu yang Dia berikan." (Muttafaq'alaih)

5. Menghindari doa buruk terhadap diri sendiri, anak dan harta.
Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda,
"Jangan sekali-kali kamu mendoakan buruk terhadap diri kamu dan juga terhadap anak-anak kamu dan pula terhadap harta kamu, karena khawatir doa kamu bertepatan dengan waktu dimana Allah mengabulkan doamu." (HR. Muslim)

6. Merendahkan suara di saat berdoa.
Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda,
"Wahai sekalian manusia, kasihanilah diri kamu, karena sesungguhnya kamu tidak berdoa kepada yang tuli dan tidak pula ghaib. Sesungguhnya kamu berdo`a (memohon) kepada Yang Maha Mendengar lagi Maha Dekat dan Dia selalu menyertai kamu." (HR. Al-Bukhari)

7. Berkonsentrasi di saat berdoa.
Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda,
"Berdoalah kamu kepada Allah sedangkan kamu dalam keadaan yakin dikabulkan, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai." (HR. At-Turmudzi dan dihasankan oleh Al-Albani)

8. Tidak memaksa bersajak di dalam berdoa.
Ibnu Abbas pernah berkata kepada 'Ikrimah,
"Lihatlah sajak dari doamu, lalu hindarilah ia, karena sesungguhnya aku memperhatikan Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam dan para shahabatnya tidak melakukan hal tersebut." (HR. Al-Bukhari)

Wallahu waliyyut taufiq.

Selesai ditulis di Malang, pada 28 Maret 2017
oleh Supriyono Alfarhan
Mengutip dari Buku Etika Kehidupan Muslim Sehari-hari oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz. Pembahasan buku ini dibahas setiap hari Rabu ba'da Maghrib di Masjid Abu Dzar Alghifari, Malang oleh Ustadz Abdullah Shalih Hadrami

2 komentar:

  1. Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh. Semoga kita selalu istiqamah dalam berdoa kepada Allah dan semoga Allah menjabahi doa-doa kita. Jazakallahu khoiro utk ilmunya. Wassalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh.
    (Cita)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaykumsalam warahamatullah wabarakatuh.
      Aamiin. Semoga Allah membalas doa antum dengan sebaik-baik balasan kebaikan.
      Waiyyakum.

      Hapus

Jazakumullah khoir