Senin, 10 Oktober 2016

Membagi Waktu untuk Menuntut Ilmu

Menuntut ilmu tentu saja harus ada rasa cinta kepada ilmu, sebab apabila kita tidak ada rasa cinta kepada ilmu keinginan untuk menuntut ilmu pasti akan lemah sekali. Dan juga harus ada rasa butuh terhadap ilmu, karena apabila hati sudah merasa cukup terhadap ilmu maka sulit sekali kita untuk menuntut ilmu. Apalagi kita setiap harinya disibukan dengan bekerja, dan pekerjaan itu membuat kita lalai. Maka dari itu kita harus ada kemauan yang kuat untuk membagi waktu kita. Mari kita berfikir. Kita bekerja dalam sehari berapa jam? Anggap saja rata-rata 10 jam sehari. Tidur kita rata-rata 6 jam. Sehari semalam ada 24 jam. Berarti masih ada 8 jam yang tersisa. Kemana 8 jam yang tersisa ini? Apakah tidak mungkin sehari kita luangkan waktu misalnya setengah jam saja untuk mendengarkan rekaman kajian, atau membaca buku-buku yang dapat menambah ilmu keislaman kita? Alhamdulillah kalau bisa dengan mendatangi majelis taklim. Menuntut ilmu itu memang harus ada kesungguhan terlebih dahulu dalam diri kita. Karena tanpa kesungguhan sulit sekali untuk mengatur waktu kita. Kita selalu beralasan sibuk, sibuk, dan sibuk. Namun apabila kita berfikir, sebenarnya ada kesempatan yang dapat kita lakukan. Bahkan ketika dalam perjalanan bisa kita gunakan untuk menuntut ilmu, entah itu mendengarkan rekaman kajian, atau muroja’ah hafalan surat-surat Al-Qur’an, atau pun yang lainnya. Sebenarnya banyak sekali kesempatan-kesempatan yang terlewatkan begitu saja disebabkan kesungguhan kita yang kurang dalam menunutu ilmu.

Tetap menuntut ilmu kepada guru itu harus. Misalnya kita liburnya hari Sabtu dan Minggu, kemudian ada acara keluarga pada akhir pekan, tapi tetap kita luangkan sebagian waktu pada hari Sabtu atau Minggu untuk mendatangi majelis taklim dan jangan sampai diganggu. Kalau bisa minimal seminggu sekali kita mengajak keluarga atau teman untuk menghadiri majelis taklim. Kalau bisa lebih dari seminggu sekali alhamdulillah. Yang terpenting bagi kita adalah istiqomahnya dulu.

Semoga kita diberi kekuatan hati oleh Allah untuk menuntut ilmu, dan diberi keistiqomahan...

Selesai ditulis di Malang, pada 10 Oktober 2016
oleh Supriyono
Mengutip dari rekaman kajian tips-tips kiat membagi waktu untuk menuntut ilmu oleh Ust. Badru Salam, Lc

2 komentar:

  1. Syukron jazakumullah khoir sebelumnya. Ada yang ane tanyakan. Ilmu kan banyak sekali, jlmu apakah yang diprioritaskan untuk dipelajari lebih dahulu?

    BalasHapus
  2. Terimakasih atas pertanyaannya yang bagus sekali. Semoga antum diberi keistiqomahan dalam menuntut ilmu.
    Ilmu yang diprioritaskan tentu ilmu yang hukumnya wajib untuk dipelajari dan yang setiap hari kita gunakan sebagai landasan untuk beribadah atau memutuskan suatu perkara. Ilmu yang wajib pertama kali dipelajari adalah ilmu tentang tauhid yaitu ilmu tentang mengenal Allah, nama-nama dan sifatnya, bagaimana Allah harus diibadahi, bagaimana beriman yang benar. Kemudian ilmu yang kita pakai sehari-hari sebagai landasan agama seperti ilmu tentang sholat, puasa, dsb. Misal seorang pedagang maka ia wajib paham ilmu jual beli yang halal dan yang haram, harus bisa membedakan mana riba dan mana bukan riba.

    BalasHapus

Jazakumullah khoir