Senin, 31 Agustus 2015

Jangan Lewatkan Hari tanpa 3 Perkara

Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta'ala telah menjamin setiap jiwa rizkinya masing-masing. Rizki itu akan terus mengalir selama jiwa masih di kandung badan. Oleh karena itu tidaklah mungkin seorang hamba tidak diberikan rizki oleh Allah subhanahu wa ta'ala. Seorang mukmin berusaha mencari rizki dari apa-apa yang Allah sediakan di dunia dengan cara yang halal. Sesungguhnya diantara doa Rosulullah shalallahu 'alaihi wa sallam yang sering beliau amalkan terutama setelah sholat subuh,

اَللَّهُمَّ إنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

“Ya Allah, aku memohon kepadamu ilmu yang bermanfaat, rizki yang halal, dan amalan yang diterima”
(Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Ibnu Majah, Thabrani, dan yang lainnya, dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah dalam Shahih Ibnu Majah)

Setiap harinya Rosulullah shalallahu 'alaihi wa sallam meminta 3 perkara ini yaitu,

1. Ilmu yang Bermanfaat
Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang memberikan pengaruh baik di dalam kehidupan kita sehingga menimbulkan ketawadhu'an, menimbulkan rasa takut kepada Allah sehingga menimbulkan kekuatan kepada kita untuk melaksanakan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan.

2. Rizki yang Halal
Rizki yang halal diperintahkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala untuk mencarinya. Tentunya seorang mukmin ketika mencari rizki yang halal ia gunakan berbagai macam cara selama cara tersebut halal, caranya sesuai dengan syariat Allah subhanahu wa ta'ala. Cara tersebut adalah dengan membanting tulang kita, kemudian disertai memohon kepada Allah agar kita diberikan rizki yang halal dan dijauhkan dari rizki yang haram.

Seorang mukmin tak akan pernah berkata mencari rizki yang haram saja sulit, apalagi yang halal. Bukan seperti itu prinsip seorang mukmin. Seorang mukmin yakin bahwa kalau ia berusaha pasti Allah akan tunjukan jalan. Namun seorang mukmin juga bersabar dalam mencari rizki yang halal. Seorang mukmin yakin bahwa apabila ia betul-betul melaksanakan perintah Allah subhanahu wa ta'ala yaitu mencari rizki yang halal, pasti Allah bukakan berbagai macam pintu-pintu rizki.

Rosulullah senantiasa memohon kepada Allah subhanahu wa ta'ala rizki yang halal, karena rizki yang haram mencabut keberkahan hidup kita. Seorang mukmin tidak akan berkata "Apabila saya tinggalkan pekerjaan saya yang haram, darimana saya akan mencari rizki?". Seolah-olah ia tidak yakin bahwa Allah yang maha pemberi rizki. Bukankah Allah mensifati diri-Nya sebagai Ar-Rozaq. Ar-Rozaq yang artinya Yang Maha Pemberi Rizki. Lihatlah burung-burung yang tidak dikaruniai kecerdasan, akal, dan pikiran. Burung-burung tersebut bermodalkan cakar, paruh, dan sayapnya. Kemudian ia berusaha terbang kesana kemari mencari rizki yang telah Allah sediakan di dunia. Di waktu pagi burung terbang dalam keadaan temboloknya masih kosong, di waktu sore burung pulang dalam keadaan temboloknya penuh dengan makanan. Siapa yang memberikan kepada burung rizki tersebut melainkan Allah subhanahu wa ta'ala. Barangkali burung lebih kuat tawakalnya kepada Allah subhanahu wa ta'ala daripada kita.

Allah memberikan rizki kepada siapa yang dikehendaki. Maka kewajiban kita adalah berusaha mencari rizki yang halal dengan cara yang diridloi-Nya, disertai dengan doa memohon kepada Allah rizki yang halal, yang membawa keberkahan dalam hidup kita. Adapun amalan yang dapat mempermudah dibukanya pintu-pintu rizki antara lain istighfar, sholat, menjalin silaturakhim, berbakti kepada orang tua, dsb. Tujuan amalan tersebut agar mendapat ridlo dari Allah. Dimudahkan dibukakan pintu-pintu rizki adalah janji dari Allah.

3. Amalan yang Diterima
Para ulama mengatakan amalan yang diterima dengan 2 syarat yaitu ikhlas dan ittiba' (sesuai dengan yang dicontohkan Rosulullah shalallahu 'alaihi wa sallam). Seseorang yang beramal tidak ikhlas karena Allah, ia tidak akan mendapatkan pahala sama sekali. Demikian juga apabila seseorang yang beramal dengan ikhlas akan tetapi tidak sesuai dengan contoh Rosulullah, maka amalannya akan tertolak. Oleh karena itu agar amalan sesuai dengan contoh Rosulullah, maka dibutuhkan ilmu untuk mengamalkannya.

Inilah 3 perkara yang Rosulullah minta kepada Allah setiap harinya. Kita sangat dianjurkan setiap harinya kita bisa menambah ilmu yang bermanfaat, mencari rizki yang halal, dan beramal sholih. Siapa yang hari-harinya dihiasi dengan 3 perkara ini ia akan bahagia. Mari kita amalkan doa ini setiap hari terutama setelah sholat subuh karena Rosulullah mengamalkan doa ini agar diberikan kebaikan di dunia dan di akhirat.

Selesai ditulis di Surabaya, pada 31 Agustus 2015
oleh Supriyono
Mengutip dari Kajian ceramah singkat Mukhtashar Minhajul Qasidin oleh Ust. Badrussalam, Lc.

3 komentar:

  1. Assalamu'alaykum
    Sebelumnya saya sampaikan banyak terimakasih. Artikelnya insya Allah bermanfaat. (y)

    Ustad ada yang ingin saya tanyakan. Realita di sekitar kita banyak orang tidak sabar dalam mencari rizki yang halal, pada akhirnya mereka mengambil jalan yang haram, bahkan menganggap perbuatan mereka adalah halal. Apa saja tips agar kita bisa sabar dalam mencari rizki yang halal?

    BalasHapus
  2. Wa'alaykumsalam
    Sebelumnya saya mengucapkan jazakumullah khoir atas pertanyaan Abu Fulan bin Fulan yang sangat bagus. Afwan baru sempat balas.

    Yang pertama, hendaknya kita mengimani dalam hati bahwa tidak ada seorang pun yang tidak diberi rizki oleh Allah sampai ia meninggal dunia.
    Yang kedua, kita bersungguh-sungguh dalam berusaha mencari rizki yang halal, dengan cara yang halal pula. Apabila kita berusaha dan merasa capek, ingatlah bahwa setiap rasa capek seorang hamba dalam perkara yang bermanfaat karena Allah dapat menggugurkan dosa-dosa. Apabila mencari rizki dengan cara yang haram mendapat dosa, demikian pula mencari rizki dengan cara yang halal mendapat pahala selama diniatkan karena Allah. Ya akhi, dengan cara yang haram pada hakikatnya tidak menambah jatah rizki kita, karena rizki telah Allah tetapkan.
    Yang ketiga, hendaknya iringi usaha kita dengan berdoa kepada Allah. Doa yang ditujukan kepada Allah semata, dan tidak mengandung maksiat pasti dikabulkan oleh Allah. Ada yang disegerakan pengabulan doa, ada yang diganti dengan dihindarkan dari musibah, ada yang disimpan untuk diberikan ketika hari pembalasan kelak dengan yang lebih baik.

    Saya memberikan nasihat, bukan berarti saya yang lebih baik dari antum. Mungkin antum yang lebih baik dari saya karena mungkin antum yang lebih banyak makan asam garam kehidupan. Saya hanya memberikan nasihat dalam rangka "Wa tawa shoubil haq, wa tawa shoubish shobr".

    BalasHapus
  3. Thank you for the auspicious writeup. It in fact was a amusement account it. Look advanced to far added agreeable from you! By the way, how can we communicate? gmail email login

    BalasHapus

Jazakumullah khoir