Senin, 20 Februari 2012

Untaian Jilbab Muslimah

Islam adalah ajaran yang sangat sempurna, sampai-sampai cara berpakaianpun dibimbing oleh Allah Dzat yang paling mengetahui apa yang terbaik bagi diri kita. Bisa jadi sesuatu yang kita sukai, baik itu berupa model pakaian atau perhiasan pada hakikatnya justru jelek menurut Allah. Allah berfirman,

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal itu adalah baik bagimu dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal sebenarnya itu buruk bagimu, Allahlah yang Maha mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui” (Al Baqoroh : 216)

Oleh karenanya marilah kita ikuti bimbingan-Nya dalam segala perkara termasuk mengenai cara berpakaian.


Perintah dari atas langit

Allah Ta’ala memerintahkan kepada kaum muslimah untuk berjilbab sesuai syari’at. Allah berfirman, “Wahai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu serta para wanita kaum beriman agar mereka mengulurkan jilbab-jilbab mereka ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu agar mereka mudah dikenal dan tidak diganggu orang. Alloh Maha pengampun lagi Maha penyayang”. (Al Ahzab : 59).



Ketentuan jilbab menurut syari’at

Berikut ini beberapa ketentuan jilbab syar’i ketika seorang muslimah berada di luar rumah atau berhadapan dengan laki-laki yang bukan mahrom (bukan ‘muhrim’, karena muhrim berarti orang yang berihrom) yang bersumber dari Al Qur’an dan As Sunnah yang shohihah dengan contoh penyimpangannya, semoga Allah memudahkan kita untuk memahami kebenaran dan mengamalkannya serta memudahkan kita untuk meninggalkan busana yang melanggar ketentuan Robbul ‘alamiin.

1.
Pakaian muslimah itu harus menutup seluruh badannya kecuali wajah dan kedua telapak tangan (lihat Al Ahzab : 59, An Nuur : 31). Selain keduanya seperti leher dan lain-lain, maka tidak boleh ditampakkan walaupun cuma sebesar uang logam, apalagi malah buka-bukaan. Bahkan sebagian ulama mewajibkan untuk ditutupi seluruhnya tanpa kecuali.

2.
Bukan busana perhiasan yang justeru menarik perhatian seperti yang banyak dihiasi dengan gambar bunga apalagi yang warna-warni, atau disertai gambar makhluk bernyawa, apalagi gambarnya lambang partai politik, ini bahkan bisa menimbulkan perpecahan diantara sesama muslimin.

3.
Harus longgar, tidak ketat, tidak tipis dan tidak sempit yang mengakibatkan lekuk-lekuk tubuhnya tampak atau transparan. Cermatilah, dari sini kita bisa menilai apakah jilbab gaul yang tipis dan ketat yang banyak dikenakan para mahasiswi maupun ibu-ibu di sekitar kita dan bahkan para artis itu sesuai syari’at atau tidak.

4.
Tidak diberi wangi-wangian atau parfum karena dapat memancing syahwat lelaki yang mencium keharumannya. Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika salah seorang wanita diantara kalian hendak ke masjid, maka janganlah sekali-kali dia memakai wewangian” (HR. Muslim). Kalau pergi ke masjid saja dilarang memakai wewangian lalu bagaimana lagi para wanita yang pergi ke kampus-kampus, ke pasar-pasar bahkan berdesak-desakkan dalam bis kota dengan parfum yang menusuk hidung.

5.
Tidak menyerupai pakaian laki-laki seperti memakai celana panjang, kaos oblong dan semacamnya. Rosululloh melaknat laki-laki yang menyerupai perempuan dan perempuan yang menyerupai laki-laki (HR. Bukhori).

6.
Tidak menyerupai pakaian orang-orang kafir. Nabi senantiara memerintahkan kita untuk menyelisihi mereka diantaranya dalam masalah pakaian yang menjadi ciri mereka.

7.
Bukan untuk mencari popularitas. Untuk apa kalian mencari popularitas wahai saudariku ? Apakah kalian ingin terjerumus ke dalam neraka hanya demi popularitas semu. Lihatlah isteri Nabi yang cantik Ibunda ‘Aisyah rodhiyallohu ‘anha yang dengan patuh menutup dirinya dengan jilbab syar’i, bukankah kecerdasannya amat masyhur di kalangan ummat ini? 

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua khususnya saudariku para muslimah..

Selesai ditulis di Surabaya, pada 20 Pebruary 2012
Oleh Supriyono
Diambil dari kitab Jilbab Wanita Muslimah karya Syaikh Al Albani

Download dan Dengar kajian Ilmiah ahlussunnah
Tema : Jilbab Wanita Muslimah 
Pemateri : Armen Halim Naro
Link : Klik Disini

5 komentar:

  1. subhanallah an begitu tersentuh dg artikel ini
    hati ne tergetar…..

    krn bnyk hal yang lum bisa an lakukan sebgai seorang muslimah sejati….

    indahnya hidup bersama islam begitu an rasakan ketika an masuk kuliah……..

    disni skrg an mrasakan kedamaian bersama orang yng menegakkan syariat Islam..

    I love U Ukhti & akhi……….
    Moga Allah slalu mmberi kberkahan hidup u/ qt smua.
    amin………….
    Selamat Berjuang>>>!!!!

    BalasHapus
  2. subhanallah,
    Islam memang sangat indah,

    semoga kita selau mendapat ridho dari Allah SWT dan semoga termasuk golongan orang2 yang sabar dalam beribadah kepada-Nya. Amin.

    BalasHapus
  3. Assalamualaikum

    waw…berjilbab, atas dasar kesadaran dan mengikuti perintah ALLAH SWT tentu merupakan karunia yang tak terkira.Allah memberi hidayah pada siap yang dikehendaki-Nya. Namun Syiar bagi yang belum memperoleh hidayah, I think….it is a must!

    BalasHapus
  4. asslmu’alaikum wr.wb
    subhanallah….itulh kta yang bs ana ucpkn ketika mmakai jilbab dan lebih jauh lg mengenal islam….
    slmt berjuang wahai saudara-saudariku…..never ending tuk mngenal islam dan berjuang bersamanya….
    Allahu akbar…!!!!!

    BalasHapus
  5. Wa'alaykumsalam..
    Semoga bermanfaat bagi pembaca sekalian.. boleh mengcopy paste dengan menyertakan sumbernya..

    BalasHapus

Jazakumullah khoir