Selasa, 13 September 2011

Sudah Benarkah Wudhu Anda?

Berikut ini adalah tata cara wudhu yang saya kutip dari Fatawa Lajnah Daimah juz V/231. Semoga bermanfaat...

Soal:
Amalan apakah yang dianjurkan ketika berwudhu’, dan apakah doa yang mesti diucapkan setelahnya?



Jawab :

Alhamdulillah, tatacara wudhu’ menurut syariat adalah sebagai berikut:
  • Menuangkan air dari bejana (gayung) untuk mencuci telapak tangan sebanyak tiga kali ;
  • Kemudian menyiduk air dengan tangan kanan lalu berkumur-kumur dan memasukkan air ke hidung dan mengeluarkannya sebanyak tiga kali ;
  • Kemudian membasuh wajah sebanyak tiga kali ;
  • Kemudian mencuci kedua tangan sampai siku sebanyak tiga kali ;
  • Kemudian mengusap kepala dan kedua telinga sekali usap ;
  • Kemudian mencuci kaki sampai mata kaki sebanyak tiga kali. Ia boleh membasuhnya sebanyak dua kali atau mencukupkan sekali basuhan saja.
Setelah itu hendaknya ia berdoa:
Asyhadu allaa ilaaha illallah wahdahu laa syarikalahu wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuluhu, Allahummaj ‘alni minat tawwabiin waj’alni minal mutathahhiriin.”

Artinya: “Saya bersaksi bahwa tiada ilaah yang berhak disembah dengan benar selain Allah semata tiada sekutu bagi-Nya. Dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Yaa Allah jadikanlah hamba termasuk orang-orang yang bertaubat dan orang-orang yang mensucikan diri.“

Adapun sebelumnya hendaklah ia mengucapkan ‘bismillah’ berdasarkan hadits yang berbunyi:
Tidak sempurna wudhu’ yang tidak dimulai dengan membaca asma Allah (bismillah).” (H.R At-Tirmidzi 56)


Selesai ditulis di Surabaya, pada 13 Agustus 2011
Oleh Supriyono
Dinukil dari Fatawa Lajnah Daimah juz V/231. Al Lajnah Ad Daimah lil Buhuts Al Ilmiyah wal Ifta, Dewan Tetap Arab saudi untuk riset-riset ilmiyah dan fatwa

Download dan Dengar kajian Ilmiah ahlussunnah
Tema : Tata Cara Wudhu Nabi 
Pemateri : Ustadz Abu Qatadah
Link : Klik Disini

Minggu, 04 September 2011

Download Rekaman Kajian Ilmiah Ustadz Abu Qotadah di Surabaya

Segala puji bagi Allah Subhanahu wata’ala. Kita memuji, memohan pertolongan, dan meminta ampun kepadaNya. Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan diri dan keburukan amal perbuatan. Barang siapa diberi petunjuk oleh Allah Subhanahu wa ta’ala maka tidak ada yang bisa menyesatkannya, dan barang siapa disesatkan oleh Allah maka tidak ada yang bisa menunjukinya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tiada sekutu bagiNya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu adalah hamba dan RasulNya.

Alhamdulillah, rekaman kajian ilmiah bersama Ustadz Abu Qotadah (Mudir Ma’had Ihya’ As Sunnah, Tasikmalaya) di Surabaya yang berlangsung mulai tanggal 17 – 19 Juni 2011, dengan rincian :

“Sejarah Munculnya Firqah Firqah”
Hari : Ahad , 19 Juni 2011
Jam : 08.30 – Selesai
Tempat : Masjid Thaybah, Pesantren Mahasiswa Thaybah, Keputih Tegal Timur, Sukolilo, Surabaya


“Sikap Bijak di Zaman Fitnah”
Hari : Jumat, 17 Juni 2011 Ba’da Maghrib
Tempat : Masjid Al Amin, Jalan Semampir Tengah III-A/25, Surabaya


“Pendidikan Anak dalam Islam”
Hari : Sabtu, 18 Juni 2011 Jam 09.00 – Selesai
Tempat : Masjid Nurul Iman, Jalan Margorejo Indah (Belakang Plaza Marina), Surabaya

telah dapat didownload atau dengar langsung sebagai berikut :


mp3 Kewajiban Beramal dalam Islam - 13.22 MB 

mp3 Pendidikan Anak Dalam Islam - 18.35 MB 

mp3 Pendidikan Anak Dalam Islam Tanya Jawab - 5.09 MB 

mp3 Sejarah Munculnya Firqah Firqah - 20.12 MB 

mp3 Sejarah Munculnya Firqah Firqah Tanya Jawab - 5.09 MB

Semoga bermanfaat dan semoga kita senantiasa dimudahkan oleh Allah untuk istiqomah dalam menuntut ilmu.