Sabtu, 21 Mei 2011

Pemuda Yang Tumbuh Dalam Ketaatan Kepada Allah

Segala puji bagi Allah Subhanahu wa ta’ala. Kita memuji, memohan pertolongan, dan meminta ampun kepadaNya. Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan diri dan keburukan amal perbuatan. Barang siapa diberi petunjuk oleh Allah Subhanahu wa ta’ala maka tidak ada yang bisa menyesatkannya, dan barang siapa disesatkan oleh Allah maka tidak ada yang bisa menunjukinya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tiada sekutu bagiNya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan RasulNya. 

Saudaraku, saudariku... para pembaca blog ane sekalian, pada posting kali ini ane membahas tentang keutamaan pemuda yang tumbuh dalam ketaatan kepada Allah ta'ala. 

Masa muda merupakan masa puncak pertumbuhan fisik dan kekuatan seorang manusia. Oleh karena itu, masa muda merupakan nikmat besar dari Allah Ta’ala yang seharusnya dimanfaatkan dengan sebaik-sebaiknya untuk beramal kebaikan guna meraih ridha Allah Ta’ala. Dan sebagaimana nikmat-nikmat besar lainnya dalam diri manusia, nikmat ini pun akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah Ta’ala. Allah Ta’ala berfirman,

أَلا يَظُنُّ أُولَئِكَ أَنَّهُمْ مَبْعُوثُونَ. لِيَوْمٍ عَظِيمٍ. يَوْمَ يَقُومُ النَّاسُ لِرَبِّ الْعَالَمِينَ

Tidakkah mereka itu yakin, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan, pada suatu hari yang besar (dasyat), (yaitu) hari (ketika) manusia berdiri menghadap Rabb semesta alam (Allah Ta’ala)(QS al-Muthaffifiin: 4-6)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,
“Tidak akan bergesar kaki seorang manusia dari sisi Allah, pada hari kiamat (nanti), sampai dia ditanya (dimintai pertanggungjawaban) tentang lima (perkara): tentang umurnya untuk apa dihabiskannya, masa mudanya digunakan untuk apa, hartanya dari mana diperoleh dan ke mana dibelanjakan, serta bagaimana di mengamalkan ilmunya” ( HR at-Tirmidzi no. 2416, dinyatakan hasan oleh syaikh al-Albani) 

Bersamaan dengan itu, masa muda adalah masa yang penuh dengan godaan untuk memperturutkan hawa nafsu. Seorang pemuda yang sedang dalam masa pertumbuhan fisik maupun mental, banyak mengalami gejolak dalam pikiran maupun jiwanya. Hal ini sering menyebabkan dia mengalami keguncangan dalam hidup dan berusaha sekuat tenaga untuk melepaskan diri dari berbagai masalah tersebut.

Dalam kondisi seperti ini, peluang untuk terjerumus ke dalam keburukan dan kesesatan yang dibisikkan oleh setan sangat besar sekali, apalagi Iblis yang telah bersumpah di hadapan Allah bahwa dia akan menyesatkan manusia dari jalan-Nya dengan semua cara yang mampu dilakukannya. Iblis tentu dia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. Allah Ta’ala berfirman,

قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لأقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ. ثُمَّ لآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ وَلا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ

Iblis berkata: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalangi-halangi) manusia dari jalan-Mu yang lurus. Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka, dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat)(QS al-A’raaf: 16-17)

Para pembaca blog ane sekalian... janganlah tertipu dengan banyaknya pemuda yang tenggelam dalam syahwat dunia, dan subhat di zaman kita ini. Hiasilah dirimu dengan ibadah kepada Allah ta'ala. Apakah engkau tidak ingin menjadi salah satu orang yang mendapat naungan dari Allah di hari kiamat kelak??

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Rosul Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Tujuh golongan manusia yang Allah akan menaungi mereka dibawah naungan-Nya, di masa tidak ada naungan kecuali naungan-Nya: Pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah, laki-laki yang hatinya terpaut di masjid, dua orang yang saling mencintai karena Allah; berjumpa dan berpisah karena-Nya, seorang laki-laki yang diajak (berzina) oleh seorang perempuan yang terpandang dan cantik, kemudian ia berkata, “sungguh aku takut kepada Allah”, orang yang bersedekah dengan suatu sedekah kemudian ia menyembunyikannya, hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya, dan orang yang mengingat Allah saat sendirian lalu air matanya mengalir.” (HR al-Bukhari (no. 1357) dan Muslim (no. 1031) 

Hadits yang agung ini menunjukkan betapa besarnya perhatian Islam terhadap hal-hal yang mendatangkan kebaikan bagi seorang pemuda muslim sekaligus menjelaskan keutamaan besar bagi seorang pemuda yang memiliki sifat yang disebutkan dalam hadits ini.

Syaikh Salim al-Hilali menjelaskan hadits ini tentang salah satu kriteria pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah,
"Keutamaan pemuda yang tumbuh dalam dalam ketaatan kepada Allah, sehingga dia selalu menjauhi perbuatan maksiat dan keburukan”.  (Kitab Bahjatun naazhiriin (1/445))

Dalam hadits lainnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

«إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لَيَعْجَبُ مِنَ الشَّابِّ لَيْسَتْ لَهُ صَبْوَةٌ» 

“Sesungguhnya Allah Ta’ala benar-benar kagum terhadap seorang pemuda yang tidak memliki shabwah (HR Ahmad (2/263), ath-Thabrani dalam “al-Mu’jamul kabir” (17/309) dan lain-lain, dinyatakan shahih dengan berbagai jalurnya oleh syaikh al-Albani dalam “ash-Shahiihah” (no. 2843))

Dalam kitab Faidhul Qadiir (2/263) terdapat tafsir dari hadits ini tentang maksud dari pemuda yang tidak memiliki shabwah yaitu, "Pemuda yang tidak memperturutkan hawa nafsunya, dengan dia membiasakan dirinya melakukan kebaikan (berdasarkan al-qur'an dan as-sunnah) dan berusaha keras menjauhi keburukan (yang bertentangan dengan al-qur'an dan as-sunnah)."

Inilah sosok pemuda muslim yang dicintai oleh Allah Ta’ala dan pandai mensyukuri nikmat besar yang Allah Ta’ala anugrahkan kepadanya, serta mampu berjuang menundukkan hawa nafsunya pada saat-saat tarikan nafsu sedang kuat-kuatnya menjerat seorang manusia. Ini tentu merupakan hal yang sangat sulit dan berat, maka wajar jika kemudian Allah Ta’ala memberikan balasan pahala yang sangat banyak dan keutamaan besar baginya.

Agama Islam sangat memberikan perhatian besar kepada upaya perbaikan mental para pemuda. Karena generasi muda hari ini adalah para pemeran utama di masa mendatang, dan mereka adalah pondasi yang menopang masa depan umat ini. Oleh karena itulah, banyak ayat al-Qur’an dan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mewajibkan kita untuk membina dan mengarahkan para pemuda kepada kebaikan. Karena jika mereka baik maka umat ini akan memiliki masa depan yang cerah, dan generasi tua akan digantikan dengan generasi muda yang shaleh. 

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi pembaca blog ane sekalian.  Semoga kita semua senantiasa ditunjukan oleh Allah ke jalan yang diridloiNya. 

-----------------------------------------------------------------------
Selesai ditulis di Surabaya, pada 21 Mei 2011 
Oleh Supriyono 
Menukil dari:

  • kitab Nasihat Bagi Para Pemuda Ahlus Sunnah (terjemahan), Oleh Asy-Syaikh Prof. DR. Ibrahim bin ‘Amir ar-Ruhaili Hafizhahullahu (Dosen Universitas Islam Madinah) Penterjemah : Ust. Muhammad Arifin Baderi, Lc, MA Hafizhahullahu
  • Buku 73 Wasiat Untuk Para Pemuda Muslim, diterjemahkan dari buletin berjudul 74 Washiyyah li Asy-Syabab terbitan Daarul Qashim, Riyadh - Kerajaan Arab Saudi

Dengar dan Download Kajian Ahlussunnah
Tema : Nasihat Bagi Pemuda
Pembicara :
Abu Isa
Link : Klik Disini

3 komentar:

  1. Wah bagus Pak .... Semoga Allah menjadikan Ku pemuda yang membawa manfaat bagi diri ku, keluarga, masyarakat, negera dan bumi ini..

    http://centerbeasiswa.blogspot.com/

    BalasHapus
  2. Semoga ane dan anta istiqomah untuk menjadi pemuda yg lebih baik dari hari ke hari, yang sesuai al-qur'an dan assunnah. Semoga ditunjukan oleh Allah ke jalan yang diridloiNya.

    BalasHapus
  3. maulana malik hasibuanJumat, 27 Mei 2011 05.19.00 WIB

    semoga keturunanku bisa istiqomah lebih baik dari orang tuanya, aamiin. dan aku bisa lebih baik dari orang tua ku

    BalasHapus

Jazakumullah khoir