Sabtu, 21 Mei 2011

Jalan Menuju Taubat

Segala puji bagi Allah Subhanahu wa ta’ala. Kita memuji, memohan pertolongan, dan meminta ampun kepadaNya. Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan diri dan keburukan amal perbuatan. Barang siapa diberi petunjuk oleh Allah Subhanahu wa ta’ala maka tidak ada yang bisa menyesatkannya, dan barang siapa disesatkan oleh Allah maka tidak ada yang bisa menunjukinya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tiada sekutu bagiNya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan RasulNya. 

Saudaraku, saudariku... para pembaca blog ane sekalian, pada posting kali ini ane mengutip tanya jawab antara seorang pemuda dengan  Asy Syaikh DR. Shalih bin Fauzan Al Fauzan tentang solusi bertaubat.  Kutipan tanya jawab ini telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Berikut isinya : 

Soal :
Saya adalah seorang pemuda yang ingin bertaubat, kembali ke jalan Allah. Apa yang harus saya lakukan agar bisa menjauh dari perbuatan maksiat?

Asy Syaikh DR. Shalih bin Fauzan Al Fauzan menjawab:
Bertaubat kepada Allah adalah perkara yang wajib, demikian juga bersegera dalam taubat adalah perkara yang wajib. Tidak boleh mengakhirkan taubat sampai terlambat, karena seseorang tidak tahu kapan maut menjemputnya.

Allah ta’ala berfirman,

ِنَّمَا التَّوْبَةُ عَلَى اللَّهِ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السُّوَءَ بِجَهَالَةٍ ثُمَّ يَتُوبُونَ مِن قَرِيبٍ فَأُوْلَـئِكَ يَتُوبُ اللَّهُ عَلَيْهِمْ} 

“Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kebodohan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang taubatnya diterima Allah.” (QS. An Nisa: 17) 

Dan Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda, 

(أتبِعِ السَّيِّئة الحسنة تَمحُها)

“Ikutilah kejelekan dengan kebaikan, dia akan menghapuskan kejelekan itu.” (HR. At Tirmidzi dalam Sunannya [6/204], dari hadits Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu) 

Mengikuti kebaikan di sini maknanya adalah bersegera, karena termasuk dari adab taubat adalah bersegera dan tidak mengakhirkannya.

Demikian juga jika Anda bertaubat kepada Allah, hendaknya Anda menjauhi sebab-sebab yang dapat menjerumuskan diri Anda ke dalam perbuatan dosa. Jauhilah teman -teman  yang akhlaqnya rusak dengan cara yang baik, dengan cara yang disyariatkan Allah dan rosulnya,  karena merekalah yang menyebabkan Anda terjerumus ke dalam dosa-dosa.

Pergilah Anda kepada orang-orang yang shalih, duduklah bersama mereka, hadirlah di majelis-majelis ilmu, bersegera datang ke masjid, memperbanyak membaca Al Qur’an dan berzikir kepada Allah subhanahu wata’ala. Inilah yang sepantasnya diperbuat oleh seseorang yang bertaubat kepada Allah. Secara garis besar yaitu menjauhi segala sebab kemaksiatan, dan mendekatkan diri dengan perkara-perkara yang baik serta sebab-sebab keta’atan. 

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi pembaca blog ane sekalian.  Semoga kita semua senantiasa ditunjukan oleh Allah ke jalan yang diridloiNya.

Selesai ditulis di Surabaya, pada 21 Mei 2011 
Oleh Supriyono 
Menukil dari Al Muntaqa min Fatawa Asy Syaikh Al Fauzan, Jilid I, no 168 

Dengar dan Download Kajian Ahlussunnah 
Tema : Jalan Menuju Taubat 
Pembicara : Syaikh Prof DR Abdur Rozzaq Al Badr 
Link : Klik Disini

1 komentar:

  1. Wah.. kutipannya Asy Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan. I like this... tetap istiqomah ya...

    BalasHapus

Jazakumullah khoir