Selasa, 05 April 2011

Akibat Meremehkan Dosa Syirik

Pernah dengar kisah ini? Atau sudah tahu sebelumnya? Kisah yang menjelaskan masalah yang mungkin dianggap sepele bagi seseorang namun akibatnya adalah sangat fatal. Seekor lalat ternyata dapat menyebabkan seseorang masuk ke dalam Neraka. Semoga sebuah kisah yang dijelaskan dalam hadits yang shahih ini dapat diambil manfaatnya sehingga semakin menguatkan iman kita. Bacalah baik-baik kisah berikut ini.

Thoriq bin Syihab radhiyallahu ‘anhu menuturkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

دخل الجنة رجل في ذباب, ودخل النار رجل في ذباب، قالوا : وكيف ذلك يا رسول الله ؟، قال : مر رجلان على قوم لهم صنم لا يجوزه أحد حتى يقرب له شيئا، فقالوا لأحدهما قرب، قال : ليس عندي شيء أقرب، قالوا له : قرب ولو ذبابا، فقرب ذبابا فخلوا سبيله فدخل النار، وقالوا للآخر : قرب، فقال : ما كنت لأقرب لأحد شيئا دون الله U، فضربوا عنقه فدخل الجنة . (رواه أحمد

“Ada seseorang yang masuk surga karena seekor lalat, dan ada lagi yang masuk neraka karena seekor lalat pula, para sahabat bertanya : ‘Bagaimana itu bisa terjadi ya Rasulullah’, Rasul menjawab : “Ada dua orang berjalan melewati sekelompok orang yang memiliki berhala, yang mana tidak boleh seorangpun melewatinya kecuali dengan mempersembahkan sembelihan binatang untuknya lebih dahulu, maka mereka berkata kepada salah satu diantara kedua orang tadi : ‘Persembahkanlah sesuatu untuknya’, ia menjawab : ‘Saya tidak mempunyai apapun yang akan saya persembahkan untuknya’,  mereka berkata lagi : ‘Persembahkan untuknya walaupun dengan seekor lalat’, maka iapun persembahkan untuknya seekor lalat, maka mereka lepaskan ia untuk meneruskan perjalanannya, dan iapun masuk kedalam neraka karenanya, kemudian mereka berkata lagi pada seseorang yang lain : ‘Persembahkalah untuknya sesuatu’, ia menjawab : ‘Aku tidak akan mempersembahkan sesuatu apapun untuk selain Allah, maka merekapun memenggal lehernya, dan iapun masuk kedalam surga’”
(HR. Ahmad di dalam az-Zuhd (15,16), Abu Nu’aim dalam al-Hilyah (1/203) dari Thariq bin Syihab dari Salman al-Farisi radhiyallahu’anhu secara mauquf dengan sanad shahih, dinukil dari al-Jadiid, hal. 109)

Hadits ini menunjukkan ancaman besar bagi orang yang menyembelih (berkurban) untuk selain Allah Subhanahu wa Ta’ala, yaitu dijauhkan dari rahmat-Nya. Perbuatan ini termasuk dosa yang sangat besar, bahkan termasuk perbuatan syirik kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, sehingga pelakunya pantas mandapatkan siksa yang teramat pedih dari Allah Subhanahu wa Ta’ala (di neraka), dan dijauhkan dari rahmat-Nya (dijauhkan dari surga).[1]

Penting sekali untuk diingatkan dalam pembahasan ini, bahwa faktor utama yang menjadikan besarnya keburukan perbuatan ini bukanlah semata-mata karena besar atau kecilnya kurban yang dipersembahkan kepada selain-Nya, melainkan karena besarnya pengagungan dan ketakutan dalam hati orang yang mempersembahkan kurban tersebut kepada selain-Nya. Yang mana semua ini merupakan masalah iman yang hanya pantas ditujukan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala semata.

Oleh karena itu, meskipun kurban yang dipersembahkan sangat kecil dan remeh, bahkan seekor lalat sekalipun, jika disertai dengan pengagungan dan ketakutan dalam hati kepada selain-Nya, maka ini juga termasuk perbuatan syirik besar.[2] Sebagaimana Allah berfirman,

إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنزيرِ وَمَا أُهِلَّ بِهِ لِغَيْرِ اللَّهِ

Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan sembelihan yang dipersembahkan kepada selain Allah.” (Qs. al-Baqarah: 173)

Saudaraku... saudariku... , ketahuilah bahwa dosa syirik besar adalah sejelek jeleknya dosa, dosa yang paling besar diantara dosa-dosa besar. Bahkan dosa syirik besar bila disengaja maka orang tersebut tidak akan diampuni dosanya oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebagaimana Allah berfirman,

إِنَّ اللهَ لاَيَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَادُونَ ذَلِكَ لِمَن يَشَآءُ وَمَن يُشْرِكْ بِاللهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا {48

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.(QS. An Nisaa’:48)

Marilah kita koreksi diri kita masing-masing. Masih adakah kesyirikan dalam perilaku kita. Semoga kita senantiasa dijauhkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dari kesyirikan yang kita ketahui maupun tidak kita ketahui. Diwafatkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala di atas kalimat syahadat La ilaha illallah.

----------------------- 
fote note:
[1]. Keterangan Syaikh Shalih Alu Syaikh dalam kitab at-Tamhiid Li Syarhi Kitaabit Tauhiid (hal. 146)
[2]. Lihat kitab Fathul Majid (hal. 178 dan 179) 


Selesai disalin ulang  di Surabaya, pada 5 April 2011
Oleh Supriyono
Menukil dari Kitab Tauhid Qurayul 'Uyun Al-Muwahidin oleh Asy-syaikh Abdurrahman bin Hasan bin Muhammad bin Abdul Wahab

Download dan dengar  kajian ahlussunnah:
Tema: Larangan dan Bahaya Syirik
Pembicara: Abdullah Shaleh Hadrami
Link: KLIK DISINI

2 komentar:

  1. Ternyata bisa masuk neraka gara-gara seekor lalat. Faktor utama yang menjadikan besarnya keburukan perbuatan ini bukanlah semata-mata karena besar atau kecilnya kurban yang dipersembahkan kepada selain-Nya, melainkan karena besarnya pengagungan dan ketakutan dalam hati orang yang mempersembahkan kurban tersebut kepada selain Allah ta'ala sebagaimana yang telah antum jelaskan di atas.
    Jazakallah, Bagus sekali...

    BalasHapus
  2. Semoga kita senantiasa dilindungi oleh Allah dari kesyirikan sekecil apa pun.
    Wa jazakumullah khoir.

    BalasHapus

Jazakumullah khoir